Prinsip Czervik pada dasarnya menyatakan bahwa, jika kita harus memilih salah satu di antara program cash back dan program poin atau istilah sejenisnya (untuk menyatakan program yang non-cash di dalam sebuah industri perbankan), konsumen harus memilih uang kontan sebagai reward dari kartu kredit yang dimilikinya.
Prinsip ini mulai dapat diaplikasikan, ketika kita mulai mengajukan aplikasi untuk mendapatkan kartu kredit kita, dimana biasanya kita akan diberikan dua pilihan. Pertama, adalah kartu kredit yang akan memberikan fasilitas cash back sekian persen dari uang yang kita keluarkan untuk kegiatan konsumsi. Dan yang lainnya, adalah kartu kredit yang akan memberikan fasilitas poin yang bisa diakumulasi untuk kemudian (pada umumnya) bisa ditebus dengan pembelanjaan atau reward di toko-toko yang menjadi partner bisnis bank tersebut.
Ada beberapa masalah yang cukup mendasar dalam program poin atau semacamnya tersebut. Salah satunya yang mungkin akan dan sering terjadi adalah, bank maupun perusahaan atau pihak-pihak yang terkait / berkepentingan dengan akumulasi poin yang kita lakukan tersebut dapat sesuka hati mengganti nilai/harga dari poin tersebut kapan saja, dengan menaikkan jumlah poin yang diperlukan untuk mendapatkan sesuatu yang menjadi reward dari program poin tersebut. Contohnya saja, reward mobil/motor, reward berlibur ke luar negeri, dan lain-lain.
Dan mungkin, secara subjektif menurut pandangan saya, sangat merepotkan jika kita harus mengingat-ingat jumlah poin yang sudah kita simpan, kapan masa validnya, dan berapa poin yang diperlukan untuk bisa menerima reward yang dijanjikan oleh bank maupun bisnis lain yang menjanjikan reward terkait pengumpulan poin tersebut.
Tentu saja banyak orang yang punya preferensi dan cara-cara tersendiri dalam memanfaatkan sistem poin tersebut untuk kepuasannya. Namun, uang kontan memberikan kita keluwesan atau flexibilitas yang cukup besar. Terserah kita, mau kita apakan cash back yang kita terima setelah kita memakai kartu kredit tersebut. Kita bisa membelanjakannya, bisa menginvestasikannya, dan lain-lain.
Memang, prinsip ini tidak sempurna. Banyak kasus dimana sangat mungkin untuk mendapatkan lebih banyak nilai tambah dari program poin dan semacamnya tersebut, ketimbang dari program cash-back. Jika kasus-kasus tersebut muncul, ada satu konsekuensi penting yang harus diingat untuk setiap orang yang memegang Prinsip Czervik: "Layaknya uang kontan, barang atau jasa yang sudah ada di tangan kita / kita rasakan lebih berharga ketimbang sejumlah besar poin".
Program poin mungkin saja lama kelamaan akan menjadi kurang berharga di masa depan. Jadi, jika ada yang masih mempunyai poin yang tersisa dan dapat ditukarkan atau dibelanjakan, lakukan sekarang.
Jika dapat disimpulkan secara gampang, terdapat tiga unsur penting dalam memahami Prinsip Czervik ini:
1) FLEXIBILITY --> kita dapat menggunakan uang kontan semau kita, kapan saja, dan bagaimana cara menggunakannya.
2) VALUE --> terdapat trade-off antara "membeli hanya yang kita butuhkan" dengan "membeli apa yang ditawarkan kepada kita"
3) SIMPLICITY --> hidup terasa lebih mudah (dengan banyak opsi di kehidupan kita) jika kita mempunyai uang kontan ketimbang poin-poin.
Bagaimana menurut anda? Apakah anda termasuk pendukung Prinsip Czervik? Atau kah lebih suka mengandalkan poin-poin untuk memenuhi keinginan atau pun kebutuhan anda?
(sumber asli: http://www.bargaineering.com/articles/czervik-principle-cash-beats-miles-points-credit-card-rewards.html)
Prinsip ini mulai dapat diaplikasikan, ketika kita mulai mengajukan aplikasi untuk mendapatkan kartu kredit kita, dimana biasanya kita akan diberikan dua pilihan. Pertama, adalah kartu kredit yang akan memberikan fasilitas cash back sekian persen dari uang yang kita keluarkan untuk kegiatan konsumsi. Dan yang lainnya, adalah kartu kredit yang akan memberikan fasilitas poin yang bisa diakumulasi untuk kemudian (pada umumnya) bisa ditebus dengan pembelanjaan atau reward di toko-toko yang menjadi partner bisnis bank tersebut.
Ada beberapa masalah yang cukup mendasar dalam program poin atau semacamnya tersebut. Salah satunya yang mungkin akan dan sering terjadi adalah, bank maupun perusahaan atau pihak-pihak yang terkait / berkepentingan dengan akumulasi poin yang kita lakukan tersebut dapat sesuka hati mengganti nilai/harga dari poin tersebut kapan saja, dengan menaikkan jumlah poin yang diperlukan untuk mendapatkan sesuatu yang menjadi reward dari program poin tersebut. Contohnya saja, reward mobil/motor, reward berlibur ke luar negeri, dan lain-lain.
Dan mungkin, secara subjektif menurut pandangan saya, sangat merepotkan jika kita harus mengingat-ingat jumlah poin yang sudah kita simpan, kapan masa validnya, dan berapa poin yang diperlukan untuk bisa menerima reward yang dijanjikan oleh bank maupun bisnis lain yang menjanjikan reward terkait pengumpulan poin tersebut.
Tentu saja banyak orang yang punya preferensi dan cara-cara tersendiri dalam memanfaatkan sistem poin tersebut untuk kepuasannya. Namun, uang kontan memberikan kita keluwesan atau flexibilitas yang cukup besar. Terserah kita, mau kita apakan cash back yang kita terima setelah kita memakai kartu kredit tersebut. Kita bisa membelanjakannya, bisa menginvestasikannya, dan lain-lain.
Memang, prinsip ini tidak sempurna. Banyak kasus dimana sangat mungkin untuk mendapatkan lebih banyak nilai tambah dari program poin dan semacamnya tersebut, ketimbang dari program cash-back. Jika kasus-kasus tersebut muncul, ada satu konsekuensi penting yang harus diingat untuk setiap orang yang memegang Prinsip Czervik: "Layaknya uang kontan, barang atau jasa yang sudah ada di tangan kita / kita rasakan lebih berharga ketimbang sejumlah besar poin".
Program poin mungkin saja lama kelamaan akan menjadi kurang berharga di masa depan. Jadi, jika ada yang masih mempunyai poin yang tersisa dan dapat ditukarkan atau dibelanjakan, lakukan sekarang.
Jika dapat disimpulkan secara gampang, terdapat tiga unsur penting dalam memahami Prinsip Czervik ini:
1) FLEXIBILITY --> kita dapat menggunakan uang kontan semau kita, kapan saja, dan bagaimana cara menggunakannya.
2) VALUE --> terdapat trade-off antara "membeli hanya yang kita butuhkan" dengan "membeli apa yang ditawarkan kepada kita"
3) SIMPLICITY --> hidup terasa lebih mudah (dengan banyak opsi di kehidupan kita) jika kita mempunyai uang kontan ketimbang poin-poin.
Bagaimana menurut anda? Apakah anda termasuk pendukung Prinsip Czervik? Atau kah lebih suka mengandalkan poin-poin untuk memenuhi keinginan atau pun kebutuhan anda?
(sumber asli: http://www.bargaineering.com/articles/czervik-principle-cash-beats-miles-points-credit-card-rewards.html)
No comments:
Post a Comment