Wikipedia

Search results

Tuesday, 24 December 2013

IHSG Today [24 Desember 2013]



[Market Review]


Dow Jones Senin malam (23 Desember) ditutup naik 74 poin atau 0,5% ke 16.295, terutama masih atas optimisme pemodal atas pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS). Keyakinan ini terutama didasarkan oleh aksi bank sentral the Fed yang sudah memutuskan untuk mengurangi nilai stimulus moneter QE3 menjadi US$ 75 miliar dari sebelumnya US$ 85 miliar per bulan. Wall Street juga masih diliputi sentimen positif dari rilis PDB Amerika Serikat untuk kuartal III-2013 sehari sebelumnya yang mencapai 4,1% yoy, lebih tinggi dibandingkan estimasi konsensus yang mencapai 3,6% yoy, dan pada tingkat yang tercepat selama dua tahun terakhir.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Christine Lagarde, menyatakan bahwa IMF akan merevisi naik tingkat pertumbuhan AS untuk tahun 2014. Revisi naik ini didasarkan atas tingkat pengangguran yang menurun, keputusan bank sentral the Fed untuk mengurangi QE3, dan persetujuan anggaran 2014. IMF biasanya merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi pada bulan Januari. Per Oktober 2013, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS untuk 2014 sebesar 2,6% dibandingkan dengan 1,6% pada tahun 2013.
                        
Hari ini kami perkirakan IHSG akan cenderung menguat. Selain faktor eksternal di atas, secara teknikal IHSG berpeluang menguat pada hari ini meskipun pada fase minor down trend. Indikator MACD Histogram terlihat sedikit menguat serta indikator slow stochastic oscillator terlihat masih membentuk pola golden cross. Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan pada kisaran 4.142,92 hingga 4235,08. Saham pilihan UNTR, INCO, BWPT, ICBP.


(sumber: Investor Daily)


[Stock Research]


ASRI : Alam Sutera Realty menahan ekspansi besar-besaran pada 2014 untuk mengantisipasi situasi politik dan perlambatan pasar properti. Perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan sebesar Rp 1,2-1,5 triliun atau lebih rendah dibandingkan tahun ini Rp 3 triliun.

Selain itu, mereka memproyeksikan penjualan marketing tahun 2014 mencapai Rp 5 triliun, atau sedikit lebih tinggi dibandingkan perkiraan tahun ini sebesar Rp 4,8 triliun. Hingga Oktober 2013, penjualan marketing perseroan mencapai Rp 4,7 triliun. Perseroan menyatakan, perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh peraturan batas uang muka KPR atau loan to value (LTV), serta pelemahan nilai tukar rupiah atas dollar Amerika. ASRI sebelumnya sudah merevisi turun target penjualan marketing untuk tahun 2013 dari Rp 5,6 triliun menjadi Rp 4,8 triliun. (sumber: Investor Daily)


MDLN : Modernland Realty membidik marketing sales pada tahun 2014 sebesar Rp 4 triliun, meningkat 48% dibandingkan target tahun ini sebesar Rp 2,7 triliun. Perseroan menyatakan, hampir semua penjualan perumahan pada 2014 merupakan kontribusi kota mandiri Jakarta Garden City di Cakung, Jakarta Timur. Hal ini dikarenakan cadangan proyek terdahulu di Kota Modern dan Modernhill yang berlokasi di Tangerang sudah mulai menipis dan belum ada perluasan. Perseroan belum menyatakan proyeksi pendapatan dan laba bersih untuk tahun 2014.

Selain itu, mereka mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 1,3 triliun untuk mendukung ekspansi pada 2014. Perseroan menyatakan, dana capex tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi lahan baru seluas 300 hektar di daerah Timur Jakarta, serta perluasan kawasan industri Modern Cikande seluas 600 hektar. Dana capex berasal dari kas internal dan sisa kebutuhan dana tersebut akan ditutup dari penerbitan obligasi global senilai US$ 150 juta. (sumber: Kontan)


WIKA : Wijaya Karya siap menanamkan investasi di bidang sistem penyediaan air minum (SPAM) yang menjalin kerjasama dengan Korea Water Resources Corporation (K Water) pada 2014. Kerjasama kedua perusahaan tersebut hanya berlaku untuk proyek yang berlokasi di Bali, Gresik, dan Semarang. Sedangkan untuk proyek SPAM di Jatiluhur, Purwakarta, akan dikerjakan sendiri oleh perseroan yang akan dimulai pada awal 2014. Dari total investasi sebesar Rp 600 miliar yang dianggarkan perseroan untuk 2014, bisnis pengelolaan air hanya mendapat alokasi dana sekitar Rp 100 miliar.  Sumber dana investasi weakening tersebut rencananya akan diambil dari kas internal perseroan.


CTRA : Ciputra Development menurunkan target penjualan 2014 mereka ke level Rp10.35 triliun, +15% year-on-year. Sebelum ini, perusahaan sudah merevisi target penjualan 2013 mereka ke level Rp9 triliun dari target penjualan awal mereka sebesar Rp10 triliun. Perusahaan menyatakan bahwa faktor ekonomi makro, kebijakan pembiayaan di sektor properti dan depresiasi rupiah adalah penyebab perusahaan memasang target yang kurang optimis di 2014. (sumber: Bisnis Indonesia)



[Rumor]


Berdasarkan surat kabar Investor Daily tanggal 24 desember 2013, Saham PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk (KIAS) dikabarkan akan dikerek market maker ke level Rp 300. Rumor ini terkait kabar induk usaha asal Thailand yang akan suntik dana guna mendukung ekspansi perseroan mengakusisi tambang batubara. Selain itu, perseroan berniat mengakuisisi tambang marmer dan granit untuk menggenjot eksport produk bahan bangunan.



***********************************************************
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan sebuah rekomendasi untuk membeli atau menjual saham yang bersangkutan. Pastikan kembali kebenaran informasi tersebut, dan pakailah alat-alat analisis yang ada masing-masing untuk dapat membantu Anda dalam memastikan pembelian/penjualan saham yang dimaksud. Risiko sepenuhnya berada di tangan para investor.

No comments:

Post a Comment