Wikipedia

Search results

Wednesday, 18 December 2013

Otoritas Jasa Keuangan (OJK)


Apa Itu OJK?

Otoritas Jasa Keuangan adalah lembaga negara yang dibentuk berdasarkan UU nomor 21 tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan. Otoritas Jasa Keuangan, yang selanjutnya disingkat OJK, adalah lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan. OJK didirikan untuk menggantikan peran Bapepam-LK.


Apa Visi dan Misi OJK?


Visi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah menjadi lembaga pengawas industri jasa keuangan yang terpercaya, melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, dan mampu mewujudkan industri jasa keuangan menjadi pilar perekonomian nasional yang berdaya saing global serta dapat memajukan kesejahteraan umum.



Misi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah:

1.      Mewujudkan terselenggaranya seluruh kegiatan di dalam sektor jasa keuangan secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel;

2.      Mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil;

3.      Melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.


Apa Sajakah Nilai-Nilai Yang Dianut OJK?
Integritas
Integritas adalah bertindak objektif, adil, dan konsisten sesuai dengan kode etik dan kebijakan organisasi dengan menjunjung tinggi kejujuran dan komitmen.

Profesionalisme
Mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil.

Sinergi
Sinergi adalah berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan baik internal maupun eksternal secara produktif dan berkualitas.

Inklusif
Inklusif adalah terbuka dan menerima keberagaman pemangku kepentingan serta memperluas kesempatan dan akses masyarakat terhadap industri keuangan.

Visioner
Visioner adalah memiliki wawasan yang luas dan mampu melihat kedepan (Forward Looking) serta dapat berpikir di luar kebiasaan (Out of The Box Thinking).



Apa Sajakah Kode Etik Yang Terdapat di OJK?

Kode Etik OJK adalah norma dan azas mengenai kepatutan dan kepantasan yang wajib dipatuhi dan dilaksanakan oleh seluruh Anggota Dewan Komisioner, Pejabat, dan Pegawai OJK dalam pelaksanaan tugas.

Komite Etik adalah organ pendukung Dewan Komisioner yang bertugas mengawasi kepatuhan Dewan Komisioner, Pejabat, dan Pegawai OJK terhadap Kode Etik.

Nilai Dasar Kode Etik OJK ini dicerminkan dalam perilaku yang sesuai dengan Nilai Strategis Organisasi OJK yakni Integritas, Profesionalisme, Transparansi, Akuntabilitas, Sinergi, dan Kesetaraan.





Apa Tujuan Dibentuknya OJK?

OJK dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan:

1.     terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel;

2.     mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil; dan

3.     mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

Apa Tugas dan Wewenang OJK?

OJK melaksanakan tugas pengaturan dan pengawasan terhadap:

1.     kegiatan jasa keuangan di sektor perbankan;

2.     kegiatan jasa keuangan di sektor pasar modal; dan

3.     kegiatan jasa keuangan di sektor perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya.

Untuk melaksanakan tugas pengaturan, OJK mempunyai wewenang:

1.     menetapkan peraturan pelaksanaan Undang-Undang ini;

2.     menetapkan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan;

3.     menetapkan peraturan dan keputusan OJK;

4.     menetapkan peraturan mengenai pengawasan di sektor jasa keuangan;

5.     menetapkan kebijakan mengenai pelaksanaan tugas OJK;

6.     menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan perintah tertulis terhadap Lembaga Jasa Keuangan dan pihak tertentu;

7.     menetapkan peraturan mengenai tata cara penetapan pengelola statuter pada Lembaga Jasa Keuangan;

8.     menetapkan struktur organisasi dan infrastruktur, serta mengelola, memelihara, dan menatausahakan kekayaan dan kewajiban; dan

9.     menetapkan peraturan mengenai tata cara pengenaan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.

Untuk melaksanakan tugas pengawasan, OJK mempunyai wewenang:

1.     menetapkan kebijakan operasional pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan;

2.     mengawasi pelaksanaan tugas pengawasan yang dilaksanakan oleh Kepala Eksekutif;

3.     melakukan pengawasan, pemeriksaan, penyidikan, perlindungan Konsumen, dan tindakan lain terhadap Lembaga Jasa Keuangan, pelaku, dan/atau penunjang kegiatan jasa keuangan sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan;

4.     memberikan perintah tertulis kepada Lembaga Jasa Keuangan dan/atau pihak tertentu;

5.     melakukan penunjukan pengelola statuter;

6.     menetapkan penggunaan pengelola statuter;

7.     menetapkan sanksi administratif terhadap pihak yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan; dan

8.     memberikan dan/atau mencabut:

1.   izin usaha;

2.   izin orang perseorangan;

3.   efektifnya pernyataan pendaftaran;

4.   surat tanda terdaftar;

5.   persetujuan melakukan kegiatan usaha;

6.   pengesahan;

7.   persetujuan atau penetapan pembubaran; dan

8.   penetapan lain, sebagaimana dimaksud dalam peraturan perundang-undangan di sektor jasa keuangan.


Dewan Komisioner di OJK

Dewan Komisioner adalah pimpinan tertinggi OJK yang bersifat kolektif dan kolegial. Dewan Komisioner beranggotakan 9 (sembilan) orang anggota yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden.

Susunan Dewan Komisioner terdiri atas:

1.     seorang Ketua merangkap anggota; [Muliaman D. Hadad, PhD]

2.     seorang Wakil Ketua sebagai Ketua Komite Etik merangkap anggota; [DR. Rahmat Waluyanto, MBA]

3.     seorang Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap anggota; [Nelson Tampubolon, SE, MSM]

4.     seorang Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap anggota; [Ir. Nurhaida, MBA]

5.     seorang Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya merangkap anggota; [DR. Firdaus Djaelani, MA]

6.     seorang Ketua Dewan Audit merangkap anggota; [Prof. Dr. Ilya Avianti, S.E., M.Si., Ak. CPA]

7.     seorang anggota yang membidangi edukasi dan perlindungan Konsumen; [DR. Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono, S.H., LLM.]

8.     seorang anggota Ex-officio dari Bank Indonesia yang merupakan anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia; [DR. Halim Alamsyah, SH, SE, MA]

9.     seorang anggota Ex-officio dari Kementerian Keuangan yang merupakan pejabat setingkat eselon I Kementerian Keuangan. [Dr. Ir. Anny Ratnawati, M. Sc]


sumber: 
- http://id.wikipedia.org/wiki/Otoritas_Jasa_Keuangan
- http://www.ojk.go.id/

No comments:

Post a Comment