Wikipedia

Search results

Monday, 23 December 2013

IHSG Today [23 Desember 2013]



[Market Review]

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 36 poin setelah seharian melemah terkena aksi ambil untung. Banyak investor yang enggan berdagang terhembus aroma libur panjang. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melamah di posisi Rp 12.220 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.200 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun tipis 6,678 poin (0,16%) ke level 4.225,302 setelah penguatannya dihadang aksi ambil untung. Suasana libur panjang mulai menyebar di lantai bursa. Indeks langsung merah sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Saham-saham yang kemarin naik tinggi langsung dilepas demi profit taking.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG jatuh 47,111 poin (1,11%) ke level 4.184,869 terkena aksi ambil untung makin ramai saja. Aksi lepas saham ini didominasi investor domestik. Dari awal hanya melemah tipis, IHSG secara perlahan terus melemah di zona merah sampai ke titik terendahnya di 4.180,812. Hanya satu sektor yang masih bertahan positif.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (19/12/2013), IHSG ditutup terpangkas 36,424 poin (0,86%) ke level 4.195,556. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 7,223 poin (1,02%) ke level 698,220. Saham-saham unggulan memimpin koreksi, terutama yang berada di sektor tambang dan finansial. Saham di kedua sektor tersebut rata-rata punya kapitalisasi besar, sehingga koreksinya sangat terasa. Aksi ambil untung banyak dilakukan investor dalam negeri. Dua sektor berhasil positif hingga sore ini, yaitu sektor agrikultur dan industri dasar.

Sementara itu, dari luar negeri, bursa Wall Street AS berakhir positif pada akhir pekan. Setelah pemerintah mengumumkan pertumbuhan ekonomi AS yang tajam selama 2 tahun terakhir. Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat (20/12/2013), Indeks Dow Jones naik 42,06 poin (0,26%) ke level 16,221.14. Indeks Standard & Poor's 500 ditutup naik 8,71 poin (0,48%) ke level 1.818,31. Indeks Komposit Nasdaq naik 46,61 poin (1,15%) ke level 4.104,74.

Dengan demikian Dow Jones kembali menembus level intraday tertingginya sepanjang masa, setelah sehari sebelumnya sempat capai rekor di 16.194,72. Indeks S& P 500 dan Dow Jones rata-rata mencapai rekor tertinggi, sedangkan indeks Komposit Nasdaq menguat ke level tertinggi sejak tahun 2000

Seperti diketahui Pemerintah AS melaporkan ekonominya tumbuh 4,1% pada triwulan III-2013. Angka ini di atas perkiraan sebelumnya yang diperkirakan hanya 3,6%. Kabar ini membuat para investor optimistis mengenai prospek pertumbuhan keuntungan perusahaan dan kepemilikan saham dan aset lainnya yang berisiko pada tahun depan.

"Ekonomi global mulai ada tanda-tanda membaik. Kami dapat melihatnya dari data GDP AS pada hari ini," kata Kepala Strategi Investasi U.S Bank Wealth Management Terry Sandven seperti dikutip dari Reuters.

(sumber: detik.com)


[Stock Research]

BBRI : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk baru saja meresmikan E-Banking Hybrid Lounge di Pacific Place Mall.

E-Banking Hybrid Lounge ini merupakan jaringan layanan terbaru yang telah dilengkapi dengan layanan e-channel dan fasilitas self service banking yaitu berupa mesin hybrid, ATM, CDM, EDC dan Internet Banking.

"Dengan bangga kami persembahkan BRI E-Banking Hybrid Lounge ini kepada masyarakat dan nasabah yang menginginkan kenyamanan dalam bertransaksi," kata Corporate Secretary BRI, Muhamad Ali dalam siaran persnya, Jumat (20/12/2013).

Mesin Hybrid adalah mesin yang memudahkan masyarakat dalam melakukan pembukaan rekening tabungan, yang juga menggabungkan teknologi ATM, CDM, Kiosk dan Electronic Form.

Mesin Hybrid ini dapat mempercepat pembukaan Tabungan BRI BritAma hanya dalam waktu 4 menit. Cukup dengan meng-input NIK (Nomor Induk Kependudukan) pada e-KTP sebagai sumber informasi data nasabah yang telah terkoneksi dan terintegrasi langsung dengan system informasi Kementerian Dalam Negeri.

BRI merupakan Bank yang pertama mengimplementasikan NIK pada e-KTP sebagai sumber data nasabah dalam proses pembukaan rekening tabungan.

Saat ini BANK BRI memiliki 45 juta rekening dengan jumlah Kartu Debit yang beredar sebesar 20 juta kartu, pengguna e-Banking sebanyak 10 juta user dengan jumlah transaksi sebanyak 1,3 miliar dan nilai transaksi sebesar Rp 900 triliun per November 2013.

Selain itu, Lounge ini juga akan dilengkapi dengan layanan BRI lainnya seperti pembukaan rekening giro, deposito, aplikasi kartu kredit dan aplikasi layanan BRI prioritas.


BUMI : PT Bumi Resources Tbk mengaku harus memeras otak untuk mengurangi utang-utangnya. Saat ini opsi untuk mencari utang baru sudah terbatas.

Hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama BUMI Ari Hudaya setelah perseroan gagal menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) karena tidak kuorum.

Ari menjelaskan hal tersebut ke para pemegang saham yang mengelilingi dirinya setelah rapat dinyatakan batal. Para investor itu banyak melempar pertanyaan, seperti mengapa rapat batal, mengapa BUMI masih rugi, langkah-langkah apa yang dilakukan manajemen untuk atasi utang dan lain-lain.

"Beban utang kita tinggi. Ini challenge buat saya, bagaimana caranya mengurangi utang," katanya memberi penjelasan kepada investor di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (20/12/2013).

"Ke mana saya harus cari utang? Sekarang dolar naik terus. (Pinjam) ke bank, ke dana syariah susah. Bank sudah tidak mungkin," ujarnya.

Menurutnya, yang paling mudah adalah menerbitkan saham baru atau melepas lebih banyak lagi saham ke pasar modal. "Kalau saya mau mudah, saya mau maunya issue equities," katanya.

Beberapa investor juga bertanya-tanya mengapa perusahaan tambang Grup Bakrie itu masih rugi, padahal produksinya masih tinggi.

Menurut Ari, harga jual batubara di dunia masih loyo. Apalagi harganya diperkirakan masih akan turun di tahun 2014 mendatang. Belum lagi dolar yang menguat jadi membuat beban operasional perusahaan membengkak.

Seperti diketahui, BUMI akan melunasi utang-utangnya kepada China Investment Corporation (CIC) US$ 1,787 miliar atau sekitar Rp 17,8 triliun pada akhir Desember ini. Namun BUMI kekurangan uang US$ 430 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun.

Rencananya, perusahaan tambang Bakrie Group ini akan membayar utang-utangnya lewat penjualan saham anak perusahaannya. BUMI akan menjual saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebesar 19% atau setara US$ 950 juta (Rp 9,5 triliun), menjual saham BRMS sebesar 42% atau setara US$ 257 juta (Rp 2,57 triliun), dan melakukan penerbitan saham baru atau Rights Issue BUMI yang mencapai US$ 150 juta (Rp 1,5 triliun).

Untuk memuluskan rencana penjualan itu, BUMI menggelar RUPSLB hari ini. Sayangnya, RUPSLB ini harus batal digelar karena tidak kuorum.

(sumber: detik.com)


[Rumor]

Tidak ada rumor yang cukup kuat beredar untuk hari ini.

***********************************************************
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan sebuah rekomendasi untuk membeli atau menjual saham yang bersangkutan. Pastikan kembali kebenaran informasi tersebut, dan pakailah alat-alat analisis yang ada masing-masing untuk dapat membantu Anda dalam memastikan pembelian/penjualan saham yang dimaksud. Risiko sepenuhnya berada di tangan para investor.

No comments:

Post a Comment