[Market Review]
Dow Jones pada senin malam kemarin (16 Desember) ditutup
naik 129 poin atau 0,8% ke 15.885, dikarenakan oleh adanya rilis data ekonomi yang
baik. Kemarin Wall Street menerima rilis data indeks manufaktur untuk bulan
November 2013 yang naik 1,1%mom, lebih tinggi dari bulan sebelumnya dan lebih
tinggi dibandingkan estimasi konsensus 0,4% mom, sekaligus mewakili kenaikan
tertinggi sejak November 2012. Selain itu, data capacity utilization untuk
bulan November 2013 dirilis mencapai 79,4% atau lebih tinggi dibandingkan
estimasi konsensus 78,4%. Kedua rilis data positif tersebut memberi sentimen
positif untuk pemodal yang juga sedang berjaga menghadapi rapat FOMC yang
dimulai sore nanti.
Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi defisit
neraca transaksi berjalan tahun ini menjadi 3,6% dari PDB atau pada kisaran US$
31-32 miliar, dari target semula 3,5% dari PDB. Sementara untuk tahun 2014, BI
memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan bisa berada di bawah 3% dari
PDB. Di lain pihak, IMF memperkirakan defisit tersebut masih di atas 3% dari
PDB. (sumber: Investor Daily)
IHSG hari ini
diperkirakan bergerak cenderung menguat. Saham pilihan TLKM, ASII, SMGR, BSDE.
[Stock Research]
ROTI : Nippon Indosari Corpindo terus berekspansi dengam menambah lini bisnisnya. Pada awal 2014, perseroan akan memulai mengoperasikan pabrik barunya di Cikande, Purwakarta. Perseroan menyatakan, pembangunan pabrik di Cikande, Purwakarta sedang tahap penyelesaian yang dijadwalkan selesai pada akhir 2013. Perseroan berharap, pabrik tersebut dapat mulai beroperasi pada kuartal I-2014. Dengan demikian, lini produksi perseroan menjadi 29 lini produksi. Perseroan akan menambah jumlah lini produksinya tahun depan dengan menambah lima hingga 10 lini produksi baru. Penambahan lini produksi tersebut bisa meningkatkan produksi perusahaan menjadi 4,3 juta per hari.
Nippon Indosari Corpindo juga menargetkan penjualan Rp 1,56 triliun pada 2013 atau naik 31% yoy. Sampai kuartal III-2013, perseroan telah membukukan penjualan bersih Rp 1,05 triliun, naik 22,67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan pencapaian tersebut, perseroan optimis mencapai target penjualan tahun ini.(sumber: Kontan)
SILO : Siloam International Hospitals mengakuisisi dua rumah sakit di Provinsi Bali dnegan investasi mencapai Rp 308 miliar. Perseroan resmi mengambil alih 80% saham rumah sakit BMIC dari PT Medika Sarana Traliansa. Dengan demikian, saat ini SILO telah mengoperasikan tiga rumah sakit di Bali dengan dua diantaranya adalah BIMC yang terletak di Kuta dan Nusa Dua. Perseroan menyatakan, akuisisi ini melengkapi rumah sakit Siloam di Bali yang telah beroperasi dengan kapasitas 280 tempat tidur.
(sumber: Investor Daily)
SMSM : Selamat Sempurna telah membukukan penjualan bersih sebesar Rp 569,9 miliar pada kuartal III-2013, tumbuh 6,8% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 533,4 miliar. Secara umum perseroan menargetkan pertumbuhan 10%-15% per tahun. Tahun 2013, perseroan mematok target penjualan Rp 2,45 triliun, atau tumbuh 11,67% dari tahun 2012.
Selain itu, Selamat Sempurna akan memilih opsi menaikkan harga jual dibandingkan memangkas margin keuntungan. Hal ini disebabkan nilai tukar rupiah yang berada dalam tekanan dollar AS terus menjadi masalah bagi perseroan. Perseroan akan menaikan harga jual komponen otomotif ke pasar dalam negeri karena komponen yang diproduksi masih harus diimpor. Perseroan menyatakan, bahan baku yang diimpor menggunakan dollar AS mencapai 60% dari total kebutuhan mereka. Sementara itu, penjualan produk di dalam negeri menggunakan rupiah, sehingga beban penjualan produk di dalam negeri tersu membengkak. Untuk menekan risiko, perseroan akan menaikkan harga sekitar 5%-10% untuk pasar lokal. Di sisi lain, perseroan diuntungkan dari penjualan ke pasar ekspor. Kontribusi pasar ekspor bisa mencapai 70%-80% bagi total penjualan mereka, terutama ke pasar Amerika dan Asia. (sumber: Kontan)
[Rumor]
Tidak ada rumor yang cukup kuat beredar untuk hari ini.
***********************************************************
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan sebuah rekomendasi untuk membeli atau menjual saham yang bersangkutan. Pastikan kembali kebenaran informasi tersebut, dan pakailah alat-alat analisis yang ada masing-masing untuk dapat membantu Anda dalam memastikan pembelian/penjualan saham yang dimaksud. Risiko sepenuhnya berada di tangan para investor.

No comments:
Post a Comment