[Market Review]
Penguatan bursa global kemarin menjadi sentimen positif bagi bursa Indonesia. IHSG ditutup menguat 56.39 poin (1.37%) di 4,182.35 Seluruh sektor menguat terutama sektor industri dasar (2.81%) dan keuangan (2.45%). Aksi beli saham-saham blue chips terjadi dengan saham BMRI, ASII, GGRM, BDMN dan BBRI menjadi market leader. Pergerakan IHSG tersebut seiring dengan pergerakan mayoritas bursa regional. Nikkei menguat 0.83%, Kospi menguat 0.23%, Strait Times menguat 0.45% dan Hang Seng melemah -0.20%. Pasar akan menantikan hasil pertemuan the Fed.
Wall Street Melemah, Pasar Menantikan Hasil FOMC Meeting. Bursa Amerika melemah dengan Dow terkoreksi -0.06%, S&P terkoreksi -0.31% dan Nasdaq terkoreksi -0.14%. Pelaku pasar memilih untuk menantikan hasil pertemuan FOMC untuk mengetahui apakah pengurangan stimulus akan dipercepat dari proyeksi awal Maret 2014 setelah sejumlah data ekonomi menunjukkan perbaikan. Rilis data inflasi menunjukkan inflasi inti sebesar 0.2% di November. Sementara itu bursa Eropa juga ditutup di teritori negatif dengan FTSE terkoreksi -0.55%, DAX terkoreksi -0.86% dan CAC 40 terkoreksi -1.24%.
Indeks Fluktuatif, Menguat Terbatas (Range : 4,150 - 4,215). IHSG mampu ditutup menguat pada perdagangan kemarin berada di level 4,182. Indeks juga sempat menguji resistance level 4,200 namun tampak belum mampu untuk melewatinya. RSI yang mulai bergerak meninggalkan wilayah oversold memberikan peluang bagi indeks untuk dapat melanjutkan penguatan menuju resistance level 4,215. Namun jika indeks berbalik melemah maka berpotensi untuk menguji support level 4,150. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas.
Wall Street Melemah, Pasar Menantikan Hasil FOMC Meeting. Bursa Amerika melemah dengan Dow terkoreksi -0.06%, S&P terkoreksi -0.31% dan Nasdaq terkoreksi -0.14%. Pelaku pasar memilih untuk menantikan hasil pertemuan FOMC untuk mengetahui apakah pengurangan stimulus akan dipercepat dari proyeksi awal Maret 2014 setelah sejumlah data ekonomi menunjukkan perbaikan. Rilis data inflasi menunjukkan inflasi inti sebesar 0.2% di November. Sementara itu bursa Eropa juga ditutup di teritori negatif dengan FTSE terkoreksi -0.55%, DAX terkoreksi -0.86% dan CAC 40 terkoreksi -1.24%.
Indeks Fluktuatif, Menguat Terbatas (Range : 4,150 - 4,215). IHSG mampu ditutup menguat pada perdagangan kemarin berada di level 4,182. Indeks juga sempat menguji resistance level 4,200 namun tampak belum mampu untuk melewatinya. RSI yang mulai bergerak meninggalkan wilayah oversold memberikan peluang bagi indeks untuk dapat melanjutkan penguatan menuju resistance level 4,215. Namun jika indeks berbalik melemah maka berpotensi untuk menguji support level 4,150. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas.
Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain: ASII, GGRM, dan MAIN.
(sumber: Daewoo Securities & Mega Capital)
[Stock Research]
BUMI : RUPSLB Bumi Plc. di London menyetujui rencana pemisahan usaha dengan Bakrie Group dan PT Bumi Resources (BUMI). Bumi Plc. akan berganti nama menjadi Asia Resource Minerals Plc. dengan kode perdagangan LSE:ARMS. Bakrie Group, melalui PT Bakrie & Brothers (BNBR) dan Long Haul Holdings Limited, tercatat memiliki 23.8% saham Bumi Plc. Bakrie Group akan membeli saham BUMI yang dimiliki Bumi Plc. senilai US$ 501 Juta. Selanjutnya, Bakrie Group akan menjual 23.8% kepemilikan Bumi Plc. kepada Ravenwood Pte. Ltd. (anak perusahaan Samin Tan) senilai US$ 223 Juta. Seluruh rangkaian transaksi diharapkan selesai pada akhir Januari 2014.
CKRA : PT Cakra Mineral (CKRA) mengakuisisi perusahaan perdagangan komoditas mineral di Indonesia, Dunestone Development SA. CKRA membeli 100% saham Dunestone senilai Rp 579 Miliar. Dana akuisisi berasal dari kas perusahaan hasil penjualan anak usaha, PT Horizon Agri Industry dan PT Rajawali Agro Andalan Nusantara senilai Rp 749 Miliar. Perjanjian jual beli saham telah dilaksanakan pada 12 Desember 2013.
META : PT Nusantara Infrastructure (META) mengembangkan bisnis ke menara telekomunikasi melalui anak usahanya, PT Telekom Infranusantara, akan mengakuisisi PT Tara Cell Intrabuana (TowerCo), sebuah perusahaan menara telekomunikasi dengan total nilai transaksi mencapai Rp 598 Miliar. PT Tara Telco Indonesia yang merupakan pengendali TowerCo akan melepas kepemilikan melalui penerbitan saham baru dan Telekom Infranusatara akan menyerap saham TowerCo sejumlah 705.68 juta saham dengan target penyelesaian transaksi pada 15 Januari 2014. TowerCo merupakan perusahaan menara telekomunikasi independen yang memiliki dan mengoperasikan menara serta fasilitas pendukung lainnya di Sumatra, Jawa dan Pulau Batam.
PBRX : PT Pan Brothers (PBRX) berencana menerbitkan 3.39 miliar lembar saham baru dengan harga penawaran Rp 300 per lembar. Rasio rights issue ditetapkan sebesar 10:11 sehingga potensi dilusi mencapai 52.38%. PT Trisetijo Manunggal Utama bertindak sebagai standby buyer. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB dan pernyataan efektif yang dijadwalkan pada 20 Desember. Apabila berjalan sesuai rencana cum rights ditetapkan pada 2 Januari 2014. Dari target perolehan dana rights issue sebesar Rp 1 Triliun, sekitar 60% diantaranya dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas produksi anak perusahaan, 30% untuk investasi sektor hulu dan hilir, dan 10% sisanya untuk mendukung modal kerja.
(sumber: detik.com)
[Rumor]
Tidak ada rumor yang cukup kuat beredar untuk hari ini.
***********************************************************
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan sebuah rekomendasi untuk membeli atau menjual saham yang bersangkutan. Pastikan kembali kebenaran informasi tersebut, dan pakailah alat-alat analisis yang ada masing-masing untuk dapat membantu Anda dalam memastikan pembelian/penjualan saham yang dimaksud. Risiko sepenuhnya berada di tangan para investor.

No comments:
Post a Comment