Wikipedia
Search results
Showing posts with label Stock Research. Show all posts
Showing posts with label Stock Research. Show all posts
Tuesday, 22 April 2014
IHSG Today [22 April 2014]
[Market Review]
Dow Jones Senin malam (21/4) ditutup naik 41 poin atau 0,3% ke 16.449, terutama atas kinerja kuartal I-2014 beberapa emiten yang di atas estimasi konsensus, misalnya dari emiten Halliburton. Secara umum, pemodal Wall Street menganggap rilis kinerja emiten Amerika Serikat (AS) untuk kuartal I-2014 sejauh ini memuaskan, dimana sekitar 60% dari rilis tersebut berada di atas estimasi konsensus. Pasar saham Jepang pagi ini dibuka atas optimisme yang sama mengikuti pasar saham AS.
Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), penjualan ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya pada Maret 2014 naik 13% dibandingkan dari bulan sebelumnya, didorong oleh melambungnya harga rerata kedelai sejak Februari. Volume penjualan ekspor CPO per Maret 2014 menyentuh 1,79 juta ton, atau naik 13,3% dari pencapaian 1,58 juta ton bulan sebelumnya. Gapki menyatakan, kenaikan volume ekspor ini disebabkan baik karena harga komoditas substitusi kedelai yang tinggi, maupun karena stok CPO Indonesia dan Malaysia sudah berkurang. Selain itu, spekulasi El Nino juga mempengaruhi pasar komoditas CPO. (sumber: Bisnis Indonesia)
Bank Indonesia (BI) memperkirakan neraca perdagangan akhir Maret 2014 surplus sekitar US$ 500 juta, karena didorong surplus nonmigas yang lebih tinggi. Perkiraan surplus neraca perdagangan pada Maret ini sedikit lebih rendah dibandingkan surplus Februari 2014 sebesar US$ 785,3 juta. Di lain pihak, Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga menyatakan bahwa Neraca Pembayaran Indonesia selama kuartal I-2014 akan mengalami surplus. NPI yang surplus tersebut didorong oleh defisit transaksi berjalan yang hampir sama dengan kuartal IV-2013, sementara terjadi capital inflow yang lebih besar selama kuartal I-2014. Defisit transaksi berjalan pada kuartal I-2014 diperkirakan pada kisaran 2% karena didorong perbaikan pada ekspor manufaktur. Namun, diperkirakan defisit transaksi berjalan pada kuartal II-2014 akan meningkat di kisaran 3% karena adanya repatriasi dividen oleh investor asing. (sumber: Investor Daily)
Saham pilihan ASII, BWPT, UNVR, BKSL, LPPF, INDF, BBCA
[Stock Research]
Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak pada kisaran 4.880-4.933.
Analis Riset PT Indo Premier Securities, Muhammad Wafi memprediksi indeks akan bergerak mixed cenderung menguat pada perdagangan hari ini.
"Indeks turun tipis namun tidak didukung volume dan masih bergerak di fase minor sideways. Stochastic, RSI, dan MACD berimpitan," paparnya dalam riset Selasa (22/4/2014).
Adapun sejumlah saham yang patut untuk dicermati hari ini antara lain:
INDF (7.175)
Rekomendasi: Spec BUY Harga turun namun tidak didukung volume dengan MA(5,20,50) berimpitan. Stochastic positif sementara RSI dan MACD berpotensi goldencross. Boleh entry jika harga bertahan diatas support 7.150 dengan resist di 7.275. Stoploss jika break & close dibawah 7.100 dengan support berikutnya di 6.975.
ASII (7.900)
Rekomendasi: Sell On Strength Harga masih uptrend bertahan diatas EMA10 meskipun volume melemah. MACD positif sedangkan stochastic netral. Target harga tutup gap di 7.950 sementara support terdekat 7.725.
BBCA (11.175)
Rekomendasi: SELL Harga melemah tipis dengan kondisi yang sudah overbought. Trend masih naik dengan MACD positif begitu juga harga masih di atas EMA5. Volume terlihat ada penurunan sehingga rally yang diharapkan bakal terbatas. Support terdekat 11.100 kemudian 10.775 dan strong support di level 10.550. Resist terdekat 11.225.
[Rumor]
Tidak ada rumor untuk hari ini.
***********************************************************
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan sebuah rekomendasi untuk membeli atau menjual saham yang bersangkutan. Pastikan kembali kebenaran informasi tersebut, dan pakailah alat-alat analisis yang ada masing-masing untuk dapat membantu Anda dalam memastikan pembelian/penjualan saham yang dimaksud. Risiko sepenuhnya berada di tangan para investor.
Labels:
ASII,
BBCA,
BKSL,
BWPT,
IHSG,
INDF,
LPPF,
Market Review,
Stock Research
Tuesday, 24 December 2013
IHSG Today [24 Desember 2013]
[Market Review]
Dow Jones Senin malam (23 Desember) ditutup
naik 74 poin atau 0,5% ke 16.295, terutama masih atas optimisme pemodal atas
pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS). Keyakinan ini terutama didasarkan oleh
aksi bank sentral the Fed yang sudah memutuskan untuk mengurangi nilai stimulus
moneter QE3 menjadi US$ 75 miliar dari sebelumnya US$ 85 miliar per bulan. Wall
Street juga masih diliputi sentimen positif dari rilis PDB Amerika Serikat
untuk kuartal III-2013 sehari sebelumnya yang mencapai 4,1% yoy, lebih tinggi
dibandingkan estimasi konsensus yang mencapai 3,6% yoy, dan pada tingkat yang
tercepat selama dua tahun terakhir.
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional
(IMF), Christine Lagarde, menyatakan bahwa IMF akan merevisi naik tingkat
pertumbuhan AS untuk tahun 2014. Revisi naik ini didasarkan atas tingkat
pengangguran yang menurun, keputusan bank sentral the Fed untuk mengurangi QE3,
dan persetujuan anggaran 2014. IMF biasanya merevisi proyeksi pertumbuhan
ekonomi pada bulan Januari. Per Oktober 2013, IMF memproyeksikan pertumbuhan
ekonomi AS untuk 2014 sebesar 2,6% dibandingkan dengan 1,6% pada tahun 2013.
Hari ini kami perkirakan IHSG akan cenderung
menguat. Selain faktor eksternal di atas, secara teknikal IHSG berpeluang
menguat pada hari ini meskipun pada fase minor down trend. Indikator MACD
Histogram terlihat sedikit menguat serta indikator slow stochastic oscillator
terlihat masih membentuk pola golden cross. Pergerakan IHSG hari ini
diperkirakan pada kisaran 4.142,92 hingga 4235,08. Saham pilihan UNTR, INCO,
BWPT, ICBP.
(sumber: Investor Daily)
[Stock Research]
ASRI : Alam Sutera Realty menahan ekspansi besar-besaran pada 2014 untuk
mengantisipasi situasi politik dan perlambatan pasar properti. Perseroan
menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun depan sebesar Rp
1,2-1,5 triliun atau lebih rendah dibandingkan tahun ini Rp 3 triliun.
Selain itu, mereka memproyeksikan
penjualan marketing tahun 2014 mencapai Rp 5 triliun, atau sedikit lebih tinggi
dibandingkan perkiraan tahun ini sebesar Rp 4,8 triliun. Hingga Oktober 2013,
penjualan marketing perseroan mencapai Rp 4,7 triliun. Perseroan menyatakan,
perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh peraturan batas uang muka KPR
atau loan to value (LTV), serta pelemahan nilai tukar rupiah atas dollar
Amerika. ASRI sebelumnya sudah merevisi turun target penjualan marketing untuk
tahun 2013 dari Rp 5,6 triliun menjadi Rp 4,8 triliun. (sumber: Investor Daily)
MDLN : Modernland Realty membidik marketing sales pada tahun 2014 sebesar Rp
4 triliun, meningkat 48% dibandingkan target tahun ini sebesar Rp 2,7 triliun.
Perseroan menyatakan, hampir semua penjualan perumahan pada 2014 merupakan
kontribusi kota mandiri Jakarta Garden City di Cakung, Jakarta Timur. Hal ini
dikarenakan cadangan proyek terdahulu di Kota Modern dan Modernhill yang
berlokasi di Tangerang sudah mulai menipis dan belum ada perluasan. Perseroan
belum menyatakan proyeksi pendapatan dan laba bersih untuk tahun 2014.
Selain itu, mereka mengalokasikan
belanja modal (capex) sebesar Rp 1,3 triliun untuk mendukung ekspansi pada
2014. Perseroan menyatakan, dana capex tersebut akan digunakan untuk
mengakuisisi lahan baru seluas 300 hektar di daerah Timur Jakarta, serta
perluasan kawasan industri Modern Cikande seluas 600 hektar. Dana capex berasal
dari kas internal dan sisa kebutuhan dana tersebut akan ditutup dari penerbitan
obligasi global senilai US$ 150 juta. (sumber: Kontan)
WIKA : Wijaya Karya siap menanamkan investasi di bidang sistem penyediaan
air minum (SPAM) yang menjalin kerjasama dengan Korea Water Resources
Corporation (K Water) pada 2014. Kerjasama kedua perusahaan tersebut hanya
berlaku untuk proyek yang berlokasi di Bali, Gresik, dan Semarang. Sedangkan
untuk proyek SPAM di Jatiluhur, Purwakarta, akan dikerjakan sendiri oleh
perseroan yang akan dimulai pada awal 2014. Dari total investasi sebesar Rp 600
miliar yang dianggarkan perseroan untuk 2014, bisnis pengelolaan air hanya
mendapat alokasi dana sekitar Rp 100 miliar. Sumber dana investasi weakening
tersebut rencananya akan diambil dari kas internal perseroan.
CTRA : Ciputra Development menurunkan target penjualan 2014 mereka ke level
Rp10.35 triliun, +15% year-on-year. Sebelum
ini, perusahaan sudah merevisi target penjualan 2013 mereka ke level Rp9
triliun dari target penjualan awal mereka sebesar Rp10 triliun. Perusahaan
menyatakan bahwa faktor ekonomi makro, kebijakan pembiayaan di sektor properti
dan depresiasi rupiah adalah penyebab perusahaan memasang target yang kurang
optimis di 2014. (sumber: Bisnis Indonesia)
[Rumor]
Berdasarkan surat
kabar Investor Daily tanggal 24 desember 2013, Saham PT Keramika Indonesia
Asosiasi Tbk (KIAS) dikabarkan akan dikerek market maker ke level Rp 300. Rumor
ini terkait kabar induk usaha asal Thailand yang akan suntik dana guna
mendukung ekspansi perseroan mengakusisi tambang batubara. Selain itu,
perseroan berniat mengakuisisi tambang marmer dan granit untuk menggenjot
eksport produk bahan bangunan.
***********************************************************
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan sebuah rekomendasi untuk membeli atau menjual saham yang bersangkutan. Pastikan kembali kebenaran informasi tersebut, dan pakailah alat-alat analisis yang ada masing-masing untuk dapat membantu Anda dalam memastikan pembelian/penjualan saham yang dimaksud. Risiko sepenuhnya berada di tangan para investor.
Monday, 23 December 2013
IHSG Today [23 Desember 2013]
[Market Review]
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 36 poin setelah seharian melemah terkena aksi ambil untung. Banyak investor yang enggan berdagang terhembus aroma libur panjang. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melamah di posisi Rp 12.220 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.200 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun tipis 6,678 poin (0,16%) ke level 4.225,302 setelah penguatannya dihadang aksi ambil untung. Suasana libur panjang mulai menyebar di lantai bursa. Indeks langsung merah sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Saham-saham yang kemarin naik tinggi langsung dilepas demi profit taking.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG jatuh 47,111 poin (1,11%) ke level 4.184,869 terkena aksi ambil untung makin ramai saja. Aksi lepas saham ini didominasi investor domestik. Dari awal hanya melemah tipis, IHSG secara perlahan terus melemah di zona merah sampai ke titik terendahnya di 4.180,812. Hanya satu sektor yang masih bertahan positif.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (19/12/2013), IHSG ditutup terpangkas 36,424 poin (0,86%) ke level 4.195,556. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 7,223 poin (1,02%) ke level 698,220. Saham-saham unggulan memimpin koreksi, terutama yang berada di sektor tambang dan finansial. Saham di kedua sektor tersebut rata-rata punya kapitalisasi besar, sehingga koreksinya sangat terasa. Aksi ambil untung banyak dilakukan investor dalam negeri. Dua sektor berhasil positif hingga sore ini, yaitu sektor agrikultur dan industri dasar.
Sementara itu, dari luar negeri, bursa Wall Street AS berakhir positif pada akhir pekan. Setelah pemerintah mengumumkan pertumbuhan ekonomi AS yang tajam selama 2 tahun terakhir. Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat (20/12/2013), Indeks Dow Jones naik 42,06 poin (0,26%) ke level 16,221.14. Indeks Standard & Poor's 500 ditutup naik 8,71 poin (0,48%) ke level 1.818,31. Indeks Komposit Nasdaq naik 46,61 poin (1,15%) ke level 4.104,74.
Dengan demikian Dow Jones kembali menembus level intraday tertingginya sepanjang masa, setelah sehari sebelumnya sempat capai rekor di 16.194,72. Indeks S& P 500 dan Dow Jones rata-rata mencapai rekor tertinggi, sedangkan indeks Komposit Nasdaq menguat ke level tertinggi sejak tahun 2000
Seperti diketahui Pemerintah AS melaporkan ekonominya tumbuh 4,1% pada triwulan III-2013. Angka ini di atas perkiraan sebelumnya yang diperkirakan hanya 3,6%. Kabar ini membuat para investor optimistis mengenai prospek pertumbuhan keuntungan perusahaan dan kepemilikan saham dan aset lainnya yang berisiko pada tahun depan.
"Ekonomi global mulai ada tanda-tanda membaik. Kami dapat melihatnya dari data GDP AS pada hari ini," kata Kepala Strategi Investasi U.S Bank Wealth Management Terry Sandven seperti dikutip dari Reuters.
(sumber: detik.com)
[Stock Research]
BBRI : PT Bank Rakyat Indonesia Tbk baru saja meresmikan E-Banking Hybrid Lounge di Pacific Place Mall.
E-Banking Hybrid Lounge ini merupakan jaringan layanan terbaru yang telah dilengkapi dengan layanan e-channel dan fasilitas self service banking yaitu berupa mesin hybrid, ATM, CDM, EDC dan Internet Banking.
"Dengan bangga kami persembahkan BRI E-Banking Hybrid Lounge ini kepada masyarakat dan nasabah yang menginginkan kenyamanan dalam bertransaksi," kata Corporate Secretary BRI, Muhamad Ali dalam siaran persnya, Jumat (20/12/2013).
Mesin Hybrid adalah mesin yang memudahkan masyarakat dalam melakukan pembukaan rekening tabungan, yang juga menggabungkan teknologi ATM, CDM, Kiosk dan Electronic Form.
Mesin Hybrid ini dapat mempercepat pembukaan Tabungan BRI BritAma hanya dalam waktu 4 menit. Cukup dengan meng-input NIK (Nomor Induk Kependudukan) pada e-KTP sebagai sumber informasi data nasabah yang telah terkoneksi dan terintegrasi langsung dengan system informasi Kementerian Dalam Negeri.
BRI merupakan Bank yang pertama mengimplementasikan NIK pada e-KTP sebagai sumber data nasabah dalam proses pembukaan rekening tabungan.
Saat ini BANK BRI memiliki 45 juta rekening dengan jumlah Kartu Debit yang beredar sebesar 20 juta kartu, pengguna e-Banking sebanyak 10 juta user dengan jumlah transaksi sebanyak 1,3 miliar dan nilai transaksi sebesar Rp 900 triliun per November 2013.
Selain itu, Lounge ini juga akan dilengkapi dengan layanan BRI lainnya seperti pembukaan rekening giro, deposito, aplikasi kartu kredit dan aplikasi layanan BRI prioritas.
BUMI : PT Bumi Resources Tbk mengaku harus memeras otak untuk mengurangi utang-utangnya. Saat ini opsi untuk mencari utang baru sudah terbatas.
Hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama BUMI Ari Hudaya setelah perseroan gagal menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) karena tidak kuorum.
Ari menjelaskan hal tersebut ke para pemegang saham yang mengelilingi dirinya setelah rapat dinyatakan batal. Para investor itu banyak melempar pertanyaan, seperti mengapa rapat batal, mengapa BUMI masih rugi, langkah-langkah apa yang dilakukan manajemen untuk atasi utang dan lain-lain.
"Beban utang kita tinggi. Ini challenge buat saya, bagaimana caranya mengurangi utang," katanya memberi penjelasan kepada investor di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (20/12/2013).
"Ke mana saya harus cari utang? Sekarang dolar naik terus. (Pinjam) ke bank, ke dana syariah susah. Bank sudah tidak mungkin," ujarnya.
Menurutnya, yang paling mudah adalah menerbitkan saham baru atau melepas lebih banyak lagi saham ke pasar modal. "Kalau saya mau mudah, saya mau maunya issue equities," katanya.
Beberapa investor juga bertanya-tanya mengapa perusahaan tambang Grup Bakrie itu masih rugi, padahal produksinya masih tinggi.
Menurut Ari, harga jual batubara di dunia masih loyo. Apalagi harganya diperkirakan masih akan turun di tahun 2014 mendatang. Belum lagi dolar yang menguat jadi membuat beban operasional perusahaan membengkak.
Seperti diketahui, BUMI akan melunasi utang-utangnya kepada China Investment Corporation (CIC) US$ 1,787 miliar atau sekitar Rp 17,8 triliun pada akhir Desember ini. Namun BUMI kekurangan uang US$ 430 juta atau sekitar Rp 4,3 triliun.
Rencananya, perusahaan tambang Bakrie Group ini akan membayar utang-utangnya lewat penjualan saham anak perusahaannya. BUMI akan menjual saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebesar 19% atau setara US$ 950 juta (Rp 9,5 triliun), menjual saham BRMS sebesar 42% atau setara US$ 257 juta (Rp 2,57 triliun), dan melakukan penerbitan saham baru atau Rights Issue BUMI yang mencapai US$ 150 juta (Rp 1,5 triliun).
Untuk memuluskan rencana penjualan itu, BUMI menggelar RUPSLB hari ini. Sayangnya, RUPSLB ini harus batal digelar karena tidak kuorum.
(sumber: detik.com)
[Rumor]
Tidak ada rumor yang cukup kuat beredar untuk hari ini.
***********************************************************
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan sebuah rekomendasi untuk membeli atau menjual saham yang bersangkutan. Pastikan kembali kebenaran informasi tersebut, dan pakailah alat-alat analisis yang ada masing-masing untuk dapat membantu Anda dalam memastikan pembelian/penjualan saham yang dimaksud. Risiko sepenuhnya berada di tangan para investor.
Labels:
BBRI,
BUMI,
IHSG,
Market Review,
Rumor,
Saham,
Stock Research
Wednesday, 18 December 2013
IHSG Today [18 Desember 2013]
[Market Review]
Penguatan bursa global kemarin menjadi sentimen positif bagi bursa Indonesia. IHSG ditutup menguat 56.39 poin (1.37%) di 4,182.35 Seluruh sektor menguat terutama sektor industri dasar (2.81%) dan keuangan (2.45%). Aksi beli saham-saham blue chips terjadi dengan saham BMRI, ASII, GGRM, BDMN dan BBRI menjadi market leader. Pergerakan IHSG tersebut seiring dengan pergerakan mayoritas bursa regional. Nikkei menguat 0.83%, Kospi menguat 0.23%, Strait Times menguat 0.45% dan Hang Seng melemah -0.20%. Pasar akan menantikan hasil pertemuan the Fed.
Wall Street Melemah, Pasar Menantikan Hasil FOMC Meeting. Bursa Amerika melemah dengan Dow terkoreksi -0.06%, S&P terkoreksi -0.31% dan Nasdaq terkoreksi -0.14%. Pelaku pasar memilih untuk menantikan hasil pertemuan FOMC untuk mengetahui apakah pengurangan stimulus akan dipercepat dari proyeksi awal Maret 2014 setelah sejumlah data ekonomi menunjukkan perbaikan. Rilis data inflasi menunjukkan inflasi inti sebesar 0.2% di November. Sementara itu bursa Eropa juga ditutup di teritori negatif dengan FTSE terkoreksi -0.55%, DAX terkoreksi -0.86% dan CAC 40 terkoreksi -1.24%.
Indeks Fluktuatif, Menguat Terbatas (Range : 4,150 - 4,215). IHSG mampu ditutup menguat pada perdagangan kemarin berada di level 4,182. Indeks juga sempat menguji resistance level 4,200 namun tampak belum mampu untuk melewatinya. RSI yang mulai bergerak meninggalkan wilayah oversold memberikan peluang bagi indeks untuk dapat melanjutkan penguatan menuju resistance level 4,215. Namun jika indeks berbalik melemah maka berpotensi untuk menguji support level 4,150. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas.
Wall Street Melemah, Pasar Menantikan Hasil FOMC Meeting. Bursa Amerika melemah dengan Dow terkoreksi -0.06%, S&P terkoreksi -0.31% dan Nasdaq terkoreksi -0.14%. Pelaku pasar memilih untuk menantikan hasil pertemuan FOMC untuk mengetahui apakah pengurangan stimulus akan dipercepat dari proyeksi awal Maret 2014 setelah sejumlah data ekonomi menunjukkan perbaikan. Rilis data inflasi menunjukkan inflasi inti sebesar 0.2% di November. Sementara itu bursa Eropa juga ditutup di teritori negatif dengan FTSE terkoreksi -0.55%, DAX terkoreksi -0.86% dan CAC 40 terkoreksi -1.24%.
Indeks Fluktuatif, Menguat Terbatas (Range : 4,150 - 4,215). IHSG mampu ditutup menguat pada perdagangan kemarin berada di level 4,182. Indeks juga sempat menguji resistance level 4,200 namun tampak belum mampu untuk melewatinya. RSI yang mulai bergerak meninggalkan wilayah oversold memberikan peluang bagi indeks untuk dapat melanjutkan penguatan menuju resistance level 4,215. Namun jika indeks berbalik melemah maka berpotensi untuk menguji support level 4,150. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif dengan kecenderungan menguat terbatas.
Saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain: ASII, GGRM, dan MAIN.
(sumber: Daewoo Securities & Mega Capital)
[Stock Research]
BUMI : RUPSLB Bumi Plc. di London menyetujui rencana pemisahan usaha dengan Bakrie Group dan PT Bumi Resources (BUMI). Bumi Plc. akan berganti nama menjadi Asia Resource Minerals Plc. dengan kode perdagangan LSE:ARMS. Bakrie Group, melalui PT Bakrie & Brothers (BNBR) dan Long Haul Holdings Limited, tercatat memiliki 23.8% saham Bumi Plc. Bakrie Group akan membeli saham BUMI yang dimiliki Bumi Plc. senilai US$ 501 Juta. Selanjutnya, Bakrie Group akan menjual 23.8% kepemilikan Bumi Plc. kepada Ravenwood Pte. Ltd. (anak perusahaan Samin Tan) senilai US$ 223 Juta. Seluruh rangkaian transaksi diharapkan selesai pada akhir Januari 2014.
CKRA : PT Cakra Mineral (CKRA) mengakuisisi perusahaan perdagangan komoditas mineral di Indonesia, Dunestone Development SA. CKRA membeli 100% saham Dunestone senilai Rp 579 Miliar. Dana akuisisi berasal dari kas perusahaan hasil penjualan anak usaha, PT Horizon Agri Industry dan PT Rajawali Agro Andalan Nusantara senilai Rp 749 Miliar. Perjanjian jual beli saham telah dilaksanakan pada 12 Desember 2013.
META : PT Nusantara Infrastructure (META) mengembangkan bisnis ke menara telekomunikasi melalui anak usahanya, PT Telekom Infranusantara, akan mengakuisisi PT Tara Cell Intrabuana (TowerCo), sebuah perusahaan menara telekomunikasi dengan total nilai transaksi mencapai Rp 598 Miliar. PT Tara Telco Indonesia yang merupakan pengendali TowerCo akan melepas kepemilikan melalui penerbitan saham baru dan Telekom Infranusatara akan menyerap saham TowerCo sejumlah 705.68 juta saham dengan target penyelesaian transaksi pada 15 Januari 2014. TowerCo merupakan perusahaan menara telekomunikasi independen yang memiliki dan mengoperasikan menara serta fasilitas pendukung lainnya di Sumatra, Jawa dan Pulau Batam.
PBRX : PT Pan Brothers (PBRX) berencana menerbitkan 3.39 miliar lembar saham baru dengan harga penawaran Rp 300 per lembar. Rasio rights issue ditetapkan sebesar 10:11 sehingga potensi dilusi mencapai 52.38%. PT Trisetijo Manunggal Utama bertindak sebagai standby buyer. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB dan pernyataan efektif yang dijadwalkan pada 20 Desember. Apabila berjalan sesuai rencana cum rights ditetapkan pada 2 Januari 2014. Dari target perolehan dana rights issue sebesar Rp 1 Triliun, sekitar 60% diantaranya dialokasikan untuk meningkatkan kapasitas produksi anak perusahaan, 30% untuk investasi sektor hulu dan hilir, dan 10% sisanya untuk mendukung modal kerja.
(sumber: detik.com)
[Rumor]
Tidak ada rumor yang cukup kuat beredar untuk hari ini.
***********************************************************
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan sebuah rekomendasi untuk membeli atau menjual saham yang bersangkutan. Pastikan kembali kebenaran informasi tersebut, dan pakailah alat-alat analisis yang ada masing-masing untuk dapat membantu Anda dalam memastikan pembelian/penjualan saham yang dimaksud. Risiko sepenuhnya berada di tangan para investor.
Tuesday, 17 December 2013
IHSG Today [17 Desember 2013]
[Market Review]
Dow Jones pada senin malam kemarin (16 Desember) ditutup
naik 129 poin atau 0,8% ke 15.885, dikarenakan oleh adanya rilis data ekonomi yang
baik. Kemarin Wall Street menerima rilis data indeks manufaktur untuk bulan
November 2013 yang naik 1,1%mom, lebih tinggi dari bulan sebelumnya dan lebih
tinggi dibandingkan estimasi konsensus 0,4% mom, sekaligus mewakili kenaikan
tertinggi sejak November 2012. Selain itu, data capacity utilization untuk
bulan November 2013 dirilis mencapai 79,4% atau lebih tinggi dibandingkan
estimasi konsensus 78,4%. Kedua rilis data positif tersebut memberi sentimen
positif untuk pemodal yang juga sedang berjaga menghadapi rapat FOMC yang
dimulai sore nanti.
Bank Indonesia (BI) merevisi proyeksi defisit
neraca transaksi berjalan tahun ini menjadi 3,6% dari PDB atau pada kisaran US$
31-32 miliar, dari target semula 3,5% dari PDB. Sementara untuk tahun 2014, BI
memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan bisa berada di bawah 3% dari
PDB. Di lain pihak, IMF memperkirakan defisit tersebut masih di atas 3% dari
PDB. (sumber: Investor Daily)
IHSG hari ini
diperkirakan bergerak cenderung menguat. Saham pilihan TLKM, ASII, SMGR, BSDE.
[Stock Research]
ROTI : Nippon Indosari Corpindo terus berekspansi dengam menambah lini bisnisnya. Pada awal 2014, perseroan akan memulai mengoperasikan pabrik barunya di Cikande, Purwakarta. Perseroan menyatakan, pembangunan pabrik di Cikande, Purwakarta sedang tahap penyelesaian yang dijadwalkan selesai pada akhir 2013. Perseroan berharap, pabrik tersebut dapat mulai beroperasi pada kuartal I-2014. Dengan demikian, lini produksi perseroan menjadi 29 lini produksi. Perseroan akan menambah jumlah lini produksinya tahun depan dengan menambah lima hingga 10 lini produksi baru. Penambahan lini produksi tersebut bisa meningkatkan produksi perusahaan menjadi 4,3 juta per hari.
Nippon Indosari Corpindo juga menargetkan penjualan Rp 1,56 triliun pada 2013 atau naik 31% yoy. Sampai kuartal III-2013, perseroan telah membukukan penjualan bersih Rp 1,05 triliun, naik 22,67% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dengan pencapaian tersebut, perseroan optimis mencapai target penjualan tahun ini.(sumber: Kontan)
SILO : Siloam International Hospitals mengakuisisi dua rumah sakit di Provinsi Bali dnegan investasi mencapai Rp 308 miliar. Perseroan resmi mengambil alih 80% saham rumah sakit BMIC dari PT Medika Sarana Traliansa. Dengan demikian, saat ini SILO telah mengoperasikan tiga rumah sakit di Bali dengan dua diantaranya adalah BIMC yang terletak di Kuta dan Nusa Dua. Perseroan menyatakan, akuisisi ini melengkapi rumah sakit Siloam di Bali yang telah beroperasi dengan kapasitas 280 tempat tidur.
(sumber: Investor Daily)
SMSM : Selamat Sempurna telah membukukan penjualan bersih sebesar Rp 569,9 miliar pada kuartal III-2013, tumbuh 6,8% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 533,4 miliar. Secara umum perseroan menargetkan pertumbuhan 10%-15% per tahun. Tahun 2013, perseroan mematok target penjualan Rp 2,45 triliun, atau tumbuh 11,67% dari tahun 2012.
Selain itu, Selamat Sempurna akan memilih opsi menaikkan harga jual dibandingkan memangkas margin keuntungan. Hal ini disebabkan nilai tukar rupiah yang berada dalam tekanan dollar AS terus menjadi masalah bagi perseroan. Perseroan akan menaikan harga jual komponen otomotif ke pasar dalam negeri karena komponen yang diproduksi masih harus diimpor. Perseroan menyatakan, bahan baku yang diimpor menggunakan dollar AS mencapai 60% dari total kebutuhan mereka. Sementara itu, penjualan produk di dalam negeri menggunakan rupiah, sehingga beban penjualan produk di dalam negeri tersu membengkak. Untuk menekan risiko, perseroan akan menaikkan harga sekitar 5%-10% untuk pasar lokal. Di sisi lain, perseroan diuntungkan dari penjualan ke pasar ekspor. Kontribusi pasar ekspor bisa mencapai 70%-80% bagi total penjualan mereka, terutama ke pasar Amerika dan Asia. (sumber: Kontan)
[Rumor]
Tidak ada rumor yang cukup kuat beredar untuk hari ini.
***********************************************************
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan sebuah rekomendasi untuk membeli atau menjual saham yang bersangkutan. Pastikan kembali kebenaran informasi tersebut, dan pakailah alat-alat analisis yang ada masing-masing untuk dapat membantu Anda dalam memastikan pembelian/penjualan saham yang dimaksud. Risiko sepenuhnya berada di tangan para investor.
Monday, 16 December 2013
IHSG Today [16 Desember 2013]
[Market Review]
Jumat lalu (13 Desember 2013), Dow Jones ditutup naik 16 poin atau 0,1% ke 15.755, masih dipengaruhi oleh beberapa faktor terutama atas kewaspadaan para investor menjelang rapat bank sentral Amerika pada 17-18 Desember minggu ini. Selama empat bulan terakhi, rilis data tenaga kerja, kepercayaan konsumen, dan indeks harga rumah secara umum menunjukkan perbaikan. Faktor tersebut mendasari mereka untuk berspekulasi bahwa the Fed akan memutuskan untuk mengurangi QE3 pada rapat FOMC minggu ini. DJIA sempat ke tingkat tertinggi di 15.792, namun surut karena adanya kekhawatiran yang sudah dikemukakan di atas.
Larangan ekspor mineral mentah Indonesia diperkirakan memberikan dampak penguatan harga komoditas di bursa internasional. Hal ini dikarenakan para investor dan spekulan khawatir pasokan mineral akan menipis yang juga disebabkan oleh aturan yang dirangkum dalam Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Alam dan Mineral (ESDM) No. 20/2013. Misalnya komoditas nikel, harga sepanjang 2013 anjlok sehingga 18%. Namun, saat isu larangan ekspor mineral mentah termasuk nikel dirilis, harga mulai rebound. Selama Desember 2013, harga nikel membukukan kenaikan sekitar 4%. Indonesia adalah produsen dan eksportir nikel terbesar keempat di dunia. (sumber: Investor Daily)
Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menyatakan, pengelola pusat belanja sudah bersiap untuk meningkatkan tarif sewa mal lagi sebesar 10%-20% pada 2014. Selain itu, peritel juga masih akan dibebankan tarif layanan atau service charge yang lebih mahal. APPBI menyatakan, besaran kenaikan tarif layanan bisa saja lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan tarif sewa, karena presentasenya disesuaikan dengan kenaikan biaya operasional, seperti listrik, dan upah karyawan. Sepanjang 2013, pengelola mall sudah menaikkan service charge sebesar 10%. Walau demikian, tingkat okupansi pusat belanja tetap stabil. Rata-rata tingkat okupansi mal di Jakarta sudah di atas 95%. Saat ini, tarif sewa rata-rata pusat belanja di Jakarta mencapai Rp 447.316 per m2 per bulan. Sementara itu, tarif sewa rata-rata pusat belanja di Bodetabek mencapai Rp 276.703 per m2 per bulan. (sumber: Kontan)
IHSG hari ini diperkirakan bergerak mixed cenderung melemah terbatas. Saham yang patut dicermati pergerakannya : INTP, PTBA, INCO, INDF.
[Stock Research]
MPPA : Matahari Putra Prima tengah menyiapkan dana investasi sebesar Rp 1,4 triliun untuk membangun 20 gerai Hypermart pada 2014. Perseroan fokus ke bisnis jaringan supermarket untuk mendorong pertumbuhan pendapatan pada tahun pemilu. Perseroan menyatakan, penambahan gerai baru di tahun depan sama dengan target tahun ini sebanyak 19 gerai. Hingga akhir 2013, perseroan berharap dapat menyelesaikan pembangunan 101 gerai Hypermart. Dengan demikian, total gerai yang dimiliki perseroan tahun depan sebanyak 121 gerai. Pembangunan ke-20 gerai Hypermart tersebut terdiri atas gerai sewa dengan nilai investasi sebesar Rp 30 miliar serta gerai stand alone yang membutuhkan biaya sekitar Rp 60-70 miliar.
[Rumor]
Menurut surat kabar Investor Daily yang terbit pada hari ini, PT Pembangunan Graha Lestari Indah (PGLI) kabarnya berniat melakukan perubahan kegiatan usaha dalam penyedia energi terintegrasi. Langkah tersebut diambil mengingat adanya pencanangan industri energi terbarukan oleh pemerintah. Menurut sumber, perseroan kabarnya telah melepas kepemilikan minoritas 7,3% pada pemilik baru ini.
***********************************************************
Disclaimer: Informasi ini bukan merupakan sebuah rekomendasi untuk membeli atau menjual saham yang bersangkutan. Pastikan kembali kebenaran rumor tersebut, dan pakailah alat-alat analisis yang ada masing-masing untuk dapat membantu Anda dalam memastikan pembelian/penjualan saham yang dimaksud. Risiko sepenuhnya berada di tangan para investor.
Labels:
IHSG,
INCO,
INDF,
INTB,
Market Review,
MPPA,
PTBA,
Rumor,
Saham,
Stock Research
Subscribe to:
Posts (Atom)
